Tes Bibliografis Kejujuran PB


BUKTI NASKAH PERJANJIAN BARU


Sekarang terkumpul lebih dari 5,300 naskah Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani. Ada lebih dari 10,000 Vulgata dalam bahasa Latin dan paling kurang 9,300 versi-versi (naskah-naskah) lebih awal dan kita memiliki lebih dari 24,000 lembar naskah bagian-bagian Perjanjian Baru yang masih terpelihara sampai saat ini.

Bahkan tidak ada dokumen karya-karya kuno lainnya yang mulai mendekati jumlah dan pembuktian seperti itu. Sebagai perbandingan, Iliad karangan Homer tertera sebagai naskah  dengan bukti-bukti pada urutan kedua, hanya dengan 643 naskah yang masih bertahan. Teks  karangan Homer pertama yang masih terpelihara secara lengkap berasal dari abad ke-13 Masehi.
Perjanjian Baru : 24.633 naskah
Iliad: 643 naskah

Berikut ini adalah naskah Perjanjian baru yang masih bertahan:   

Yunani:




Uncial
Minuscule 
Leksionaris 
Papirus
Temuan baru 
267
2.764
2.143
88
47
Jumlah: 5.309 naskah Yunani
Vulgata Latin  10.000 lebih
Etiopik 2.000 lebih
Slavik 4.101
Armenian 2.587
Pashetta Syriak   350 lebih
Bohairik 100
Arabik 75
Latin Tua 50
Anglo Saxon 7
Gothik            6
Sogdian  3
Syriak Tua 2
Persia  2
Frankis    1

Informasi untuk daftar di atas dikumpulkan dari sumber-sumber berikut: Kurt Aland’s Journal of Biblical Literature, jilid 87, 1968; Kurt Aland’s Kurzgefasste Liste Der Griechischen Handscriften Des Neven Testaments, W. De Gruyter, 1963; Kur Aland’s “Neve Nevtestamentliche Papyri III,” New testament Studies, July, 1976; Bruce Metzger’s The Early Versions of the New Testament, Clarendon Press, 1977; New Testament Manuscript Studies, (eds.) Merrill M. Parvis dan Allen Wikgren, The University of Chicago Press, 1950; Eroll F. Rhodes’ An Annotated List of Armenian New Testament Manuscripts, Tokyo, Ikeburo, 1959; The Bible and Modern Scholarship, (ed.) J. Phillip Hyatt, Abington Press, 1965.

John Warwick Montgomery mengatakan bahwa “untuk menjadi orang yang skeptis terhadap teks kitab-kitab Perjanjian Baru yang dihasilkan (dari penemuan) berarti mengizinkan semua temuan karya kuno dan klasik hilang ditelan oleh kegelapan, karena tidak ada dokumen zaman kuno yang teruji secara bibliografis seperti Perjanjian Baru.”

Sir Frederic G. Kenyon, yang pernah menjadi direktur dan juru pustaka terpenting di British Museum dan orang paling berotoritas untuk memberikan pernyataan tentang naskah kuno, berkata, “. . . selain jumlah, naskah-naskah Perjanjian Baru berbeda dari naskah-naskah kuno hasil karya penulis-penulis klasik, dan saat ini perbedaannya menjadi keuntungan yang nyata. Tenggang waktu antara masa penulisan suatu kitab dengan tahun ditemukannya naskah tertua kitab tersebut tidak pernah demikian singkat seperti pada kasus Perjanjian Baru. Kitab-kitab Perjanjian Baru ditulis pada bagian kedua abad pertama; naskah-naskah tertua yang ditemukan (tidak termasuk serpihan-serpihan yang tidak penting) berasal dari abad keempat – katakan dari 250 sampai dengan 300 tahun kemudian.

“Mungkin ini terdengar sebagai tenggang waktu yang sangat besar, namun ini tidak ada artinya apa-apa jika dibandingkan dengan tenggang waktu yang memisahkan pengarang-pengarang klasik terkenal dengan naskah-naskah tertua mereka. Kita percaya bahwa, dalam hubungan dengan semua unsur penting, kita memiliki sebuah teks yang tepat, sebagai hasil penemuan, tentang tujuh buah drama Sophocles; namun naskah penting tertua yang dijadikan dasar teks drama itu ditulis lebih dari 1400 tahun sesudah kematian sang penyair.”

Kenyon melanjutkan dalam bukunya berjudul The Bible and Archeology: “Maka tenggang waktu antara tahun penulisan naskah asli dengan bukti tertua yang ditemukan menjadi demikian singkat sehingga sesungguhnya patut diabaikan, dan dasar terakhir bagi keraguan, apakah Alkitab sampai kepada kita dalam keadaan sama dengan ketika Alkitab itu ditulis, sekarang telah tersingkir. Baik kebenarannya maupun integritas kitab-kitab Perjanjian Baru secara umum dapat dianggap sebagai yang terakhir kalinya tidak tergoyahkan.”

F. J. A. Hort secara tepat menambahkan bahwa “dalam kepelbagaian dan kelengkapan bukti sebagai tumpuannya, teks Perjanjian Baru berdiri menjulang secara mutlak dan tidak tersaingi di antara karya-karya prosa kuno.”

J. Harold Greenlee mengatakan, “. . . sangat menakjubkan bahwa jumlah naskah Perjanjian Baru yang tersedia saat ini jauh melebihi jumlah naskah karya-karya literatur kuno lainnya. Pada tempat ketiga, naskah Perjanjian Baru tertua yang telah ditemukan penulisannya diperkirakan sangat  dekat dengan tahun penulisan naskah aslinya jika dibandingkan dengan kasus tentang tenggang waktu pada hampir setiap karya literatur kuno lainnya.”

[ Bukti Naskah PB ] Perbandingan PB ] Kronologi Penting PB ] Dukungan Pelbagai Versi ] Dukungan Bapa Gereja ] Dukungan Bagian Alkitab ] Sikap Ahli Talmud ] Periode Massoretis ] Kesaksian Laut Mati ] Keaslian Teks Ibrani ] Dukungan Teks-teks Lain ] Manfaat Keraguan ] Kompetensi Sumber Utama ] Tes Eksternal ] Bukti Arkeologis ] Contoh Bukti Arkeologis ] Kesimpulan ]

© 1999-2000 Campus Crusade for Christ International

Last Updated: 11 July, 2006