| DUKUNGAN
TEKS-TEKS LAIN
|
- TARGUM
(dalam bentuk tertulis naskah-naskah dari tahun 500 M.)
Arti dasarnya adalah penafsiran. Targum
adalah uraian tentang Perjanjian Lama dengan menggunakan
ungkapan dan kata-kata yang berbeda dari bunyi aslinya.
Sesudah orang-orang Yahudi dibawa ke pembuangan,
bahasa Kasdim menggantikan kedudukan bahasa Ibrani. Oleh
karena itu orang-orang Yahudi memerlukan Kitab Suci dalam
bahasa yang dipakai sesehari.
Targum-targum utama adalah (1) Targum
Onkelas (60 S.M., sejumlah orang mengatakan bahwa targum
ini dikarang oleh Onkelas, murid sarjana besar Yahudi bernama
Hillel). Targum ini berisi teks Ibrani Pentateukh. (2) Targum
Jonathon ben Uzziel (30 S.M.?) Targum ini berisi
kitab-kitab sejarah dan kitab Para Nabi.
F. F.
Bruce
memberikan latar belakang Targum yang lebih menarik lagi: . . . Kebiasaan membacakan Kitab Suci kepada
jemaat di sunagoge dengan diikuti uraian secara lisan dalam
bahasa Aram (bahasa pribumi) mulai berkembang pada abad-abad
akhir Sebelum Masehi. Wajarlah ketika bahasa Ibrani makin
kurang dikenal khalayak ramai sebagai bahasa lisan, maka
mereka perlu dilengkapi dengan tafsiran teks Kitab Suci dalam
bahasa yang sungguh-sungguh mereka fahami, jika mereka
diharapkan untuk mengerti apa yang dibacakan kepada mereka.
Pejabat yang bertugas untuk memberikan uraian lisan ini
disebut methurgeman (penerjemah
atau penafsir) dan uraiannya itu disebut targum.
. . . Methurgeman . . .
tidak diizinkan untuk membacakan tafsirannya dari gulungan
kitab, karena jemaat dapat salah faham dengan berfikir bahwa
ia sedang membacakan ayat-ayat murni dari Kitab Suci. Dengan
memperhatikan ketepatan, tanpa diragukan, maka ditetapkan
pembatasan lebih lanjut bahwa tidak boleh lebih dari satu ayat
Pentateukh dan tidak boleh lebih dari tiga ayat kitab Para
Nabi yang boleh diterjemahkan pada satu kesempatan.
Pada akhirnya Targum-targum ini diserahkan untuk ditulis.
Nilai
apakah yang dimiliki Targum-targum itu?
J. Anderson
dalam bukunya berjudul The
Bible, the Word of God (Alkitab, Firman Allah) menyebutkan
nilai Targum-targum itu dengan berkata: Manfaat besar
Targum-targum kuno itu terletak pada pengesahan yang diberikan
kitab-kitab itu atas keaslian teks Ibrani, dengan membuktikan
bahwa teks Ibrani pada saat Targum-targum itu disusun sama
dengan teks Ibrani yang ada pada saat ini.
- MISHNAH
(200 M.)
Artinya adalah penjelasan, pengajaran.
Mishnah berisi koleksi kebiasaan-kebiasaan Yahudi dan
eksposisi hukum lisan. Mishnah ditulis dalam bahasa Ibrani dan
sering kali dianggap sebagai Hukum Kedua.
Kutipan-kutipan dari Kitab Suci sangat
menyerupai teks Massoretis dan memberikan kesaksian tentang
kejujurannya.
- GEMARA
(dari Palestina tahun 200 M.; dari Babilonia tahun 500 M.)
Tafsiran-tafsiran (ditulis dalam bahasa Aram)
yang berkembang di sekitar Mishnah ini memberikan sumbangsih
kepada kejujuran tekstual teks Massoretis.
Mishnah ditambah dengan Gemara Babilonia menghasilkan Talmud Babilonia.
Mishnah + Gemara Babilonia = Talmud Babilonia
Mishnah + Gemara Palestina = Talmud Palestina
- MIDRASH
(100 S.M. 300 M.)
Midrash terdiri dari kajian-kajian doktrinal
tentang teks Ibrani Perjanjian Lama. Kutipan-kutipan Midrash
sungguh-sungguh Massoretis.
- HEXAPLA
(rangkap enam)
Karya Origen (185-254 S.M.) tentang keselarasan
keempat Injil dalam enam kolom: teks LXX, Aquila, Theodation,
Symmachus, Ibrani dalam huruf-huruf Ibrani dan huruf-huruf
Yunani.
Hexapla, ditambah dengan karya-karya Josephus,
Philo dan Dokumen-dokumen keturunan Zadok (literatur
masyarakat Qumran Laut Mati), memberikan kesaksian tentang
adanya sebuah teks yang sangat mirip dengan[ teks] Massoretis
dari tahun 40 sampai 100 M.
|
|