|
Tentang tes ini John Warwick Montgomery menulis
bahwa kritik-ktitik sastera masih mengikuti pepatah Aristoteles
yaitu bahwa manfaat keragu-raguan diberikan kepada dokumen yang
diragukan itu sendiri, bukan diterapkan oleh sang pengritik pada
dirinya sendiri.
Oleh karena itu, seseorang harus mendengarkan
pernyataan-pernyataan dokumen yang sedang dianalisisnya, dan tidak
mengakui kepalsuan atau kesalahan kecuali jika sang penulis
menyatakan secara tidak langsung bahwa dirinya tidak memenuhi
syarat melalui kontradiksi-kontradiksi atau fakta ketidaktepatan
yang terlihat jelas.
Horn menambah penjelasan tentang hal ini dengan
mengatakan: Fikirkan sejenak tentang apa yang perlu ditunjukkan
yang berhubungan dengan suatu kesulitan agar dapat
memindahkannya ke dalam kategori alasan yang sahih untuk menentang
suatu ajaran. Tentu saja dituntut jauh lebih banyak daripada
sekadar kehadiran suatu kontradiksi. Pertama, kita harus pasti
bahwa kita memahami dengan tepat teks, arti kata-kata atau
bilangan-bilangan yang dipakainya. Kedua, bahwa kita memiliki
semua pengetahuan (informasi) yang ada tentang hal ini. Ketiga,
bahwa tidak ada penjelasan lebih lanjut yang dapat diberikan pada
teks ini berdasarkan pengetahuan yang lebih berkembang, riset
tekstual, arkeologi, dsb.
. . . Kesulitan-kesulitan
tidak dengan sendirinya menjadi keberatan-keberatan, tambah
Robert Horn. Masalah-masalah
yang belum terselesaikan tidak perlu dipandang sebagai kesalahan.
Ini tidak dimaksudkan untuk memperkecil lingkup kesulitan itu;
melainkan untuk memandangnya dengan suatu pengertian.
Kesulitan-kesulitan harus digumuli dan pelbagai masalah harus
mendorong kita untuk mendapatkan pengertian yang lebih jelas;
namun sebelum kita tiba
poada saat di mana kita memiliki
pengertian secara lengkap dan final atas masalah apa saja, kita
tidak berhak untuk membuat pernyataan tegas sebagai berikut,
Ini adalah kesalahan yang telah terbukti, suatu keberatan yang
tidak dapat diragukan lagi terhadap Alkitab yang dipercayai tidak
mungkin salah itu. Adalah hal yang telah diketahui umum bahwa
keberatan-keberatan yang tidak terhingga jumlahnya telah
sepenuhnya terjawab sejak awal abad ini.
|
| Mereka menulis sebagai saksi mata atau
berdasarkan informasi pertama: Lukas 1:13 Tetapi malaikat
itu berkata kepadanya: Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu
telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang
anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
II Petrus 1:16 Sebab kami tidak mengikuti
dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan
kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai
raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.
I Yohanes 1:3 . . . Apa yang telah kami
lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu
juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan
persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan
Anak-Nya, Yesus Kristus.
Kisah Para Rasul 2:22 Hai orang-orang
Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus
dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang
dinyatakan kepada kamu dengan kekuatan-kekuatan dan
mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan
perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. . .
.
Yohanes 19:35 Dan orang yang melihat hal
itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar,
dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga
percaya.
Lukas 3:1 Dalam tahun kelima belas dari
pemerintahan kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali
negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus,
saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja
wilayah Abilene. . . .
Kisah Para Rasul 26:24-26 Sementara
Paulus mengemukakan semuanya itu untuk mempertanggungjawabkan
pekerjaannya, berkatalah Festus dengan suara keras: Engkau gila,
Paulus! Ilmumu yang banyak itu membuat engkau gila. Tetapi
Paulus menjawab: Aku tidak gila, Festus yang mulia! Aku
mengatakan kebenaran dengan pikiran yang sehat!! Raja juga tahu
tentang segala perkara ini, sebab itu aku berani berbicara terus
terang kepadanya. Aku yakin, bahwa tidak ada sesuatupun dari
semuanya ini yang belum didengarnya, karena perkara ini tidak
terjadi di tempat yang terpencil.
F.
F. Bruce,
Dosen Rylands untuk Penelitian dan Eksegese Alkitab di Universitas
Manchester, mengatakan, tentang nilai
sumber utama catatan-catatan Perjanjian Baru sebagai berikut:
Pengkhotbah-pengkhotbah awal tentang Injil
mengetahui tentang nilai . . . kesaksian dari tangan pertama, dan
berulang kali menggunakannya sebagai dasar otoritasnya. Kami
adalah saksi tentang hal-hal ini, adalah penegasan mereka yang
tidak pernah berubah dan didasari oleh keyakinan yang kokoh. Dan
hal itu dapat bersifat sama sekali tidak demikian mudah karena
beberapa penulis nampaknya harus berfikir untuk mereka-reka
kata-kata dan perbuatan Yesus pada tahun-tahun awal itu, ketika
demikian banyak di antara murid-murid-Nya ada di sekeliling mereka,
yang dapat mengingat apa saja yang telah terjadi atau yang tidak
pernah terjadi.
"Dan para pengkhotbah awal itu tidak hanya
memberikan perhatian kepada saksi-saksi mata yang mempunyai sikap
bersahabat saja; ada juga saksi-saksi mata lain yang memiliki
kecenderungan yang kurang baik dan juga memiliki kepakaran dalam
hubungan dengan fakta-fakta utama tentang pelayanan dan kematian
Yesus. Para murid tidak mampu menanggung risiko dari adanya
ketidaktepatan (tanpa membicarakan tentang pemutarbalikan fakta
yang dilakukan dengan sengaja), yang pada suatu saat akan
terungkap oleh orang-orang yang memang demikian senang jika dapat
melakukannya. Sebaliknya, salah satu pokok terpenting dalam
khotbah asli para rasul adalah himbauan yang dilakukan dengan
penuh keyakinan berdasarkan pengetahuan para pendengarnya; mereka
tidak hanya berkata, Kami adalah saksi dari hal-hal ini saja,
tetapi juga, Seperti yang kamu tahu (Kisah Para Rasul 2:22).
Seandainya ada kecenderungan untuk meninggalkan pelbagai fakta
dalam bahan apa saja, kehadiran saksi-saksi mata penentang yang
ada di tengah-tengah para pendengar tentu telah berfungsi sebagai
potensi korektif lebih lanjut.
|