| The Encyclopaedia Britannica mengatakan:
Ketika sarjana peneliti teks itu memeriksa semua naskah dan
versi, ia belum meneliti secara tuntas bukti teks Perjanjian Baru.
Tulisan bapak-bapak Kristen abad permulaan seringkali mencerminkan
bentuk teks yang berbeda dari salah satu yang ada pada
naskah-naskah lain . . . kesaksian mereka tentang teks, terutama
pada saat kesaksian itu memperkokoh pelbagai variasi naskah yang
berasal dari sumber-sumber lain, termasuk
kesaksian yang harus dipertimbangkan para peneliti tekstual
sebelum menetapkan kesimpulan mereka.
J. Harold Greenlee
mengatakan bahwa kutipan-kutipan
Kitab Suci dalam karya penulis-penulis Kristen pada
abad-abad pendahuluan demikian banyak sehingga Perjanjian Baru
dapat direkonstruksi (disusun kembali) berdasarkan karya-karya
tersebut tanpa menggunakan naskah-naskah Perjanjian Baru.
Bruce Metzger mengulangi hal tersebut, dalam
hubungan dengan kutipan-kutipan dalam pelbagai tafsiran, khotbah,
dsb., dengan berkata: Sesungguhnya, demikian banyak
kutipan-kutipan itu sehingga seandainya semua sumber lain yang
memberikan informasi kepada kita tentang Perjanjian Baru itu
dibinasakan, kutipan-kutipan itu sendiri sudah cukup untuk
dijadikan dasar penyusunan kembali hampir-hampir Perjanjian Baru
seutuhnya.
Sir
David Dalrymple
bertanya-tanya tentang keunggulan Kitab Suci dalam karya kunonya
ketika ia ditanya oleh seseorang, Andaikan bahwa Perjanjian
Baru telah dibinasakan, dan setiap jilidnya punah pada akhuir abad
ketiga, dapatkah Perjanjian Baru itu dikumpulkan kembali dari
tulisan Bapa-bapa Gereja abad kedua dan ketiga?
Sesudah mengadakan banyak penelitian Dalrymple
menyimpulkan: Perhatikanlah kitab-kitab itu. Ingatkah
pertanyaan Saudara tentang Perjanjian Baru dan Bapa-bapa Gereja?
Pertanyaan itu membangkitkan rasa ingin tahu saya, dan ketika
telah ada pada saya semua karya Bapa-bapa Gereja abad kedua dan
ketiga yang masih tersedia, saya mulai meneliti, dan sampai saat
ini saya telah menemukan seluruh Perjanjian Baru dalam karya-karya
tersebut, kecuali sebelas ayat saja.
Suatu
peringatan:
Joseph Angus dalam bukunya The
Bible Handbook, h. 56, memberikan beberapa keterbatasan karya
bapa-bapa gereja pada awal sejarah gereja:
- Kutipan-kutipan
kadangkala dipakai dengan kata-kata yang kurang tepat.
- Beberapa
penyalin cenderung untuk melakukan kesalahan atau berniat
melakukan perubahan.
Clement
dari Roma (95
M.). Origen dalam karyanya berjudul
De Principus, Jilid II, Bab 3, menyebutnya murid para rasul.
Tertullian dalam Against
Heresies, Bab 23, menulis bahwa ia [Clement] dipilih oleh
Petrus.
Irenaeus melanjutkan dalam Against
Heresies, Jilid III, Bab 3, bahwa di dalam telinganya masih
terngiang-ngiang khotbah para Rasul dan ajaran mereka masih
terlihat jelas di hadapan matanya.
Ia mengutip dari:
| Matius |
Markus |
Lukas |
Kisah
Rasul |
| I
Korintus |
I
Petrus |
Ibrani |
Titus |
Ignatius
(70-110 M.) adalah Bisop Antiokhia dan mengalami mati syahid. Ia
mengenal baik para rasul. Ketujuh surat kirimannya berisi
kutipan-kutipan dari:
| Matius |
I Korintus |
Kolose |
I Petrus |
| Yohanes |
Efesus |
Yakobus |
|
| Kisah Para Rasul |
Filipi |
I dan II Tesalonika |
|
| Roma |
Galatia |
I dan II Timotius |
|
Polikarpus
(70-156 M.), mati syahid pada usia 86 tahun, Bisop Smirna dan
murid rasul Yohanes.
Selain itu yang mengutip dari Perjanjian Baru
antara lain Barnabas (70 M.), Hermas (95 M.), Tatian (170 M.), dan
Irenaeus (170 M.).
Clement
dari Iskandariyah
(150-212 M.). Ia membuat 2,400 kutipan dari seluruh kitab
Perjanjian Baru, kecuali tiga kitab.
Tertullian
(160-220 M.) adalah seorang pemimpin Gereja di Kartago dan
mengutip Perjanjian Baru lebih dari 7,000 kali, 3,800 di antaranya
dikutip dari keempat Injil.
Hippolytus
(170-235 M.) memiliki lebih dari 1,300 referensi.
Justin
Martyr
(133 M.) memberantas Marcion si penyesat.
Origen
(185-253
atau 254M.). Penulis yang berisik ini menyusun lebih dari 6,000
karya. Ia mendaftarkan lebih dari 18,000 kutipan Perjanjian Baru.
Cyprian
(meninggal pada tahun 258 M.) adalah Bisop Kartago. Ia menggunakan
hampir 740 kutipan Perjanjian Lama dan 1,030 dari Perjanjian Baru.
Geisler
dan Nix
secara tepat menyimpulkan bahwa daftar singkat pada saat ini
akan mengungkapkan bahwa ada sekitar 32,000 kutipan Perjanjian
Baru sebelum Konsili Nicea dilaksanakan (325 M.). Ke-32,000
kutipan ini sama sekali tidak menyeluruh, dan bahkan karya-karya
penulis abad keempatpun tidak termasuk di dalamnya. Hanya dengan
menambahkan jumlah referensi yang dipakai oleh seorang penulis
lain bernama Eusebius, yang giat mengarang menjelang dan bersamaan
dengan Konsili Nicea akan dihasilkan jumlah kutipan Perjanjian
Baru melebihi 36,000.
Kepada semua hal di atas dapat Saudara tambahkan
Agustinus, Amabius, Laitantius, Chrysostom, Jerome, Gaius Romanus,
Athanasius, Ambrosius dari Milan, Cyril dari Iskandariyah, Ephraem
orang Syria, Hilary dari Poitiers, Gregory dari Nyssa, dsb., dsb.,
dsb.
Leo Jaganay, ketika mengarang buku tentang
kutipan bapa-bapa gereja dari Perjanjian Baru, menulis: Dari
demikian banyak jumlah buku yang tidak diterbitkan yang
ditinggalkan oleh Dean Burgeon pada saat ia meninggal, yang perlu
dicatat secara khusus adalah indeks kutipan Perjanjian Baru oleh
bapa-bapa gereja kuno. Indeks itu berisi enam belas jilid buku
tebal yang dapat ditemukan dalam British Museum, dan berisi 86,489
kutipan.
KUTIPAN
PERJANJIAN BARU OLEH BAPA-BAPA GEREJA ABAD-ABAD AWAL
| PENULIS |
Injil |
KPR |
Surat-surat
Umum |
Surat-surat
Paulus |
Wahyu |
Jumlah |
| Justin
Martyr |
268 |
10 |
43 |
6 |
3
(266 kutipan tak langsung) |
330 |
| Irenaeus |
1,038 |
194 |
499 |
23 |
65 |
1,189 |
| Clement
Alex |
1,017 |
44 |
1,127 |
207 |
11 |
2,406 |
| Origen |
9,231 |
349 |
7,778 |
399 |
165 |
17,922 |
| Tertullian |
3,822 |
502 |
2,609 |
120 |
205 |
7,258 |
| Hippolytus |
734 |
42 |
387 |
27 |
188 |
1,378 |
| Eusebius |
3,258 |
211 |
1,592 |
88 |
27 |
5,176 |
| Jumlah |
19,368 |
1,352 |
14,035 |
870 |
664 |
36,289 |
|