| Apa yang sedang kita bangun di
sini adalah masalah sifat Kitab Suci yang dapat dipercaya secara
historis, bukan dalam hubungan dengan masalah pewahyuannya.
Kejujuran Kitab Suci secara historis harus diuji dengan
menggunakan kriteria yang sama dengan kriteria yang dipakai
menguji semua dokumen historis. C.
Sanders, dalam bukunya berjudul Introduction
to Research in English Literary History (Pengantar kepada
Penelitian Sejarah Kesusasteraan Inggris), memberikan daftar dan
menjelaskan tiga prinsip dasar historiografi (penelitian bahan
sejarah). Prinsip-prinsip tersebut adalah tes bibliografis, tes
bukti internal dan tes bukti eksternal.
Silakan klik pada
nomor bagian yang Anda ingin ketahui:
Tes
Bibliografi pada Kejujuran Perjanjian Baru |
|
Bagian
1 |
Bukti Naskah
Perjanjian Baru |
|
Bagian
2 |
Perbandingan
PB dengan Karya Kuno Lain |
|
Bagian
3 |
Kronologi
Naskah Penting PB |
|
Bagian
4 |
Kejujuran
Naskah dengan Dukungan Pelbagai Versi |
|
Bagian
5 |
Kejujuran
Naskah dengan Dukungan Bapa-bapa Gereja |
|
Bagian 6 |
Kejujuran
Naskah dengan Dukungan Bagian-bagian Kitab Suci |
Tes Bibliografi pada Kejujuran Perjanjian Lama |
|
Bagian
7
|
Ahli
Talmud |
|
Bagian 8
|
Periode
Massoretis
Kutipan dan Pengamalan Kejujuran PL |
|
Bagian 9
|
Teks
Ibrani
Kesaksian Gulungan Laut Mati |
|
Bagian 10
|
Septuaginta
Mendukung Keaslian Teks Ibrani
Teks Samaria |
|
Bagian 11
|
Targum,
Misnah, Gemara, Midrash, Hexapla |
Tes Internal Pada Kejujuran
Alkitab |
|
Bagian
12
|
Manfaat
Keraguan
Nilai Sumber Utama |
|
Bagian
13
|
Kompetensi
Materi Sumber Utama |
Tes Eksternal Pada Kejujuran
Alkitab |
|
Bagian 14
|
Pendukung
Pengarang Luar Alkitab |
Penegasan Arkeologis |
|
Bagian 15
|
Bukti
Arkeologis |
|
Bagian 16
|
Contoh-contoh
bukti arkeologis |
|
Bagian
17
|
Kesimpulan |