Keunikan Alkitab

 
Unik Dalam
Kesinambungannya


Ditulis dalam kurun waktu lebih dari 1500 tahun.

Penulis pertama kitab-kitab Perjanjian Lama adalah Musa yang hidup pada sekitar tahun 1500 S.M. Sedangkan Yohanes adalah penulis terakhir bagian dari Kitab Perjanjian Baru (Injil Yohanes, surat-surat kiriman Yohanes dan surat Wahyu).

Ditulis dalam 40 generasi lebih.
Jika satu generasi diperhitungkan 40 tahun, maka paling kurang ada 40 generasi dalam kurun waktu lebih dari 1500 tahun itu.

Ditulis oleh lebih daripada 40 penulis dari setiap tataran kehidupan termasuk raja-raja, petani kecil, filsuf, nelayan, penyair, negarawan, cendekiawan, dsb.:
Musa adalah seorang tokoh politik yang terlatih di pelbagai universitas di Mesir. Petrus adalah seorang nelayan. Amos adalah seorang gembala. Yosua memainkan peranan sebagai seorang jenderal militer. Sementara Nehemia adalah pembawa cawan minuman raja dalam masa pembuangan di Persia. Daniel adalah seorang perdana menteri. Lukas penulis Injil dan kitab Kisah Para Rasul itu adalah seorang dokter. Salomo penulis yang sangat berhikmat itu adalah seorang raja. Matius penulis Injil itu adalah seorang pemungut cukai sehingga gaya tulisannya demikian rinci. Paulus adalah seorang anggota Farisi. Demikianlah menyebutkan beberapa penulis sebagai contoh.

Ditulis di tempat yang berbeda-beda:
Bagian-bagian Alkitab itu tidak ditulis di satu tempat yang sama. Musa menulis sementara ia berada di padang belantara. Yeremia menulis kitabnya ketika ia berada dalam ruang tahanan. Daniel menulis kitabnya di dua tempat, di lereng perbukitan dan di istana. Paulus menulis surat-suratnya di balik dinding penjara, sementara lukas menulis Injil dan Kisah Para Rasul ketika sedang dalam perjalanan. Yohanes menulis Injil di Efesus dan surat-surat kirimannya serta kitab Wahyu ketika dalam  pembuangannya di pulau Patmos. Penulis-penulis lainnya ada di tengah kancah peperangan.

Ditulis pada masa yang berbeda:
Masa penulisan tiap kitab berbeda satu dari lainnya. Daud menulis pada masa peperangan. Sedangkan Salomo menulis dalam masa damai.

Ditulis dalam suasana yang berbeda:
Kitab-kitab itupun ditulis dalam suasana yang berbeda-beda. Ada penulis yang menggoreskan penanya ketika ia ada di puncak sukacita yang dialaminya. Yang lain menulis dalam suasana yang penuh duka dan keputusasaan.

Ditulis di tiga benua:
Wilayah penulisan kitab-kitab yang terdapat dalam Alkitab itu meliputi Asia, Afrika dan Eropah.

Ditulis dalam tiga bahasa:
Ibrani adalah bahasa yang digunakan pada masa Perjanjian Lama. Dalam II Raja-raja 18:26-28 disebut sebagai “bahasa Yehuda” sementara dalam Yesaya 19:18 disebut “bahasa Kanaan.” Bahasa Aram adalah “lingua franca” (bahasa pengantar) di kawasan Timur Dekat sampai dengan masa pemerintahan Iskandar Agung (abad ke-6 S.M. sampai dengan abad ke-4 M.) sehingga beberapa bagian kitab Daniel yang mengandung pesan yang ditujukan kepada bangsa non-Yahudi ditulis dalam bahasa Aram. Bahasa Yunani adalah bahasa Perjanjian Baru, yang merupakan bahasa internasional (dipakai dalam wilayah dengan batas-batas Spanyol sampai dengan India Barat dan Jerman Selatan sampai dengan Afrika Utara) pada masa Yesus Kristus melawat dan tinggal di tengah dunia.

Memuat ratusan topik kontroversial.
Topik kontroversial adalah topik yang akan menimbulkan pelbagai pendapat yang menentangnya ketika topik itu disebut atau dibicarakan. Para penulis kitab-kitab dalam Alkitab berbicara tentang ratusan topik kontroversial yang disertai keselarasan dan kesinambungan dari Kejadian sampai dengan Wahyu. Ada satu kisah yang dibeberkan: “Penebusan manusia oleh Allah.”

Geisler dan Nix mengungkapkannya sebagai berikut: “Sorga yang Hilang dalam Kejadian menjadi Sorga yang Ditemukan Kembali dalam Wahyu. Sementara gerbang menuju pohon kehidupan itu ditutup dalam kitab Kejadian, gerbang itu dibuka kembali untuk selamanya dalam kitab Wahyu.”

F. F. Bruce menuliskan pengamatannya: “Bagian tubuh manusia yang manapun dapat diuraikan dengan tepat hanya dalam hubungan dengan seluruh tubuh. Dan bagian Alkitab yang manapun dapat dijelaskan dengan tepat dalam hubungan dengan Alkitab secara keseluruhan.”

Bruce menyimpulkan: “Pada pandangan pertama, Alkitab nampak sebagai kumpulan sastera – terutama kesusasteraan Yahudi. Jika kita meneliti lingkungan demi lingkungan di mana pelbagai dokumen Alkitab itu ditulis, kita temukan bahwa dokumen-dokumen itu ditulis dalam masa yang berbeda-beda meliputi kurun waktu hampir 1400 tahun. Para penulis itu berkarya di pelbagai negeri, dari Itali di sebelah barat sampai dengan Mesopotamia dan mungkin Persia di sebelah timur. Para penulis itu sendiri adalah kelompok yang memiliki kepelbagaian, mereka tidak hanya saling terpisah ratusan tahun dan ratusan mil, namun mereka menjadi bagian dari tataran kehidupan yang sangat berbeda. Dalam hubungan dengan pangkat, kita memiliki raja, gembala, tentera, pembuat undang-undang, nelayan, negarawan, bangsawan, imam dan nabi, ulama Yahudi pembuat tenda dan tabib non-Yahudi, belum lagi tokoh-tokoh lain yang tidak kita kenal selain karya tulis yang mereka tinggalkan bagi kita itu. Karya tulis mereka sendiri tergolong pada jenis kesusasteraan yang sangat bervariasi. Jenis tersebut meliputi sejarah, hukum (sipil, pidana, etika, ibadah, kebersihan), sastera keagamaan, uraian pengajaran, prosa lirik, perumpamaan dan kiasan, biografi, surat-menyurat pribadi, riwayat hidup dan catatan pribadi, selain jenis khusus Alkitabiah yang disebut nubuat dan wahyu.”

“Karena untuk semua orang yang memandang Alkitab tidak semata-mata sebagai suatu antologi; ada kesatuan yang mengikat seluruh bagian Alkitab itu menjadi satu. Suatu antologi dikumpulkan oleh seorang antolog, tetapi tidak ada seorang antolog pun yang telah mengumpulkan kitab-kitab itu menjadi Alkitab.”

Rangkuman kesinambungan Alkitab – perbandingan dengan Kitab-kitab Besar Dunia Barat.

Seorang yang mewakili Kitab-kitab Besar Dunia Barat datang ke rumah saya dalam rangka merekrut salesman untuk menjajakan seri buku yang mereka produksi. Ia membuka suatu bagan tentang seri Kitab-kitab Besar Dunia Barat. Ia pergunakan waktu lima menit untuk berbicara kepada kami tentang seri Kitab-kitab Besar Dunia Barat, dan kami menggunakan waktu satu setengah jam untuk memberitahukan kepadanya tentang Kitab Terbesar itu.

Saya menantangnya untuk memilih 10 saja di antara para penulis, semuanya dari lapisan masyarakat yang sama, satu generasi, satu tempat, satu masa, satu suasana, satu benua, satu bahasa dan hanya satu topik kontroversial (Alkitab berbicara tentang ratusan topik kontroversial yang memiliki keselarasan dan kecocokan).

Lalu saya bertanya kepadanya: “Apakah para penulis itu sefaham?” Ia berhenti sejenak lalu menjawab, “Tidak!” “Apa yang Saudara temukan?” saya menanyakan dengan nada tajam. Ia segera menjawab, “Hal yang campur aduk.”

Dua hari kemudian ia menyerahkan hidupnya kepada Tuhan Yesus Kristus (yang menjadi tema Alkitab).

Mengapa terjadi seperti itu? Sederhana sekali! Siapa saja yang dengan tulus mencari kebenaran akan sekurang-kurangnya mempertimbangkan sebuah kitab yang memiliki persyaratan unik di atas.

Home ] Siapakah Isa? ] Pertumbuhan Rohani ] Apologetika ] Kesempatan ] Sumber Rujukan ]
Pendahuluan ] [ Unik dalam Kesinambungan ] Unik dalam Peredarannya ] Unik dalam Ketahanannya ] Unik dalam Pengajarannya ] Bagaimana Alkitab Dipersiapkan ] Kanon Perjanjian Lama ] Kanon Perjanjian Baru ]

© 1999-2000 Campus Crusade for Christ International

Last Updated: 11 July, 2006