|
|
|
|
PENGALAMAN PALING BESAR YANG DAPAT DIALAMI OLEH MANUSIA Mengenal Yesus Kristus secara pribadi sebagai seorang Juruselamat dan Tuhan merupakan suatu keistimewaan dan pengalaman yang paling besar bagi manusia. Yesus dari Nazaret tetap dikenal sebagai Pribadi yang paling menakjubkan, paling berkuasa, dan paling menarik sepanjang abad. Tanggal pada surat kabar Saudara hari ini memberikan bukti yang nyata tentang pengaruhNya didalam sejarah. M., singkatan dari Masehi, zaman setelah Kristus atau biasa dikatakan Tahun Masehi, dan S.M. singkatan dari sebelum Masehi. Tidak ada orang lain, sejak dari mula pertama, yang dapat memberikan pengaruh yang tetap bagi kehidupan banyak orang, laki-laki dan wanita. Beratus-ratus tahun sebelum kelahiranNya, nabi-nabi Bangsa Israel telah menubutkan kedatanganNya. Nubuat ini dipenuhi didalam kehidupan Yesus sampai ke detail-detailnya, termasuk kelahiranNya yang ajaib,1 kehidupanNya, pengajaranNya, mujizatNya, kematianNya di kayu salib bagi dosa-dosa manusia 2 dan kebangkitanNya 3. Ia menyatakan diri sebagai Messias yang dijanjikan, Anak Allah, dan mereka yang mengenal Dia dengan baik, mati syahid karena mewartakan Kabar Baik tentang kedatangan Allah ke dalam dunia ini melalui Yesus dari Nazaret untuk menyatakan kasih dan pengampunanNya bagi semua orang. Bagi kehidupan orang Kristen, Yesus berarti suatu pengalaman indah yang berkelimpahan. Dia mengatakan, Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.4
Tetapi sebagian besar orang Kristen tidak mengetahui apa-apa tentang kehidupan semacam ini suatu hidup yang penuh kemenangan, sukacita dan berbuah-buah dengan berkelimpahan bagi Juruselamat kita. Sebaliknya, bagi banyak orang, hidup sebagai orang Kristen merupakan suatu beban, suatu tugas pekerjaan, suatu salib yang mengerikan yang harus dipikul. Mereka hanya melihat kepada pangadilan yang keji, pukulan-pukulan yang mengerikan dan kematian yang hina pada salib kejam yang dilakukan oleh Bangsa Romawi terhadap Juruselamat kita. Mereka juga melihat kepada berpuluh-puluh ribu bahkan berjuta-juta orang yang selama berabad-abad mati syahid karena Kristus. Hidup yang BerkelimpahanBagi banyak orang, Kekristenan adalah sesuatu yang harus diderita sebelum masuk ke Surga. Ini bukanlah maksud Tuhan. Saya ingin mengingatkan semua orang, bahwa Yesus mempunyai lebih banyak yang dapat dikatakan tentang damai, kasih, sukacita dan kemenangan pada saat-saat terakhir dalam hidupNya di dunia ini daripada saat-saat lain didalam semua ajaran-ajaranNya yang tertulis. Rasul Paulus, yang telah menderita segala macam kesusahan, pukulan-pukulan, penjara dan akhirnya mati syahid bagi Tuhan, mengatakan : Kita bermegah juga dalam kesukaran kita,6 Bersukacitalah senantiasa,7 Mengucapsyukurlah dalam segala hal.8 Bagaimanapun keadaan kita didalam sukacita atau dukacita, didalam kemewahan atau kekurangan, dalam keadaan yang sehat atau sakit, didalam kebebasan atau didalam penghambatan kita dijamin oleh Tuhan kita. Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu,9 Aku telah mengalahkan dunia,10 Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau,11 Aku menyertai kamu senantiasa,12 Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya.13
Bukti KerasulanSebagian besar orang Kristen tidak mengeluarkan buah. Tetapi, menurut perkataan Kristus sendiri, tidak ada cara yang lebih baik lagi selain mengeluarkan buah untuk membuktikan bahwa kita adalah murid-muridNya. Tidak cukup hanya hidup baik. Mereka yang menganut agama dan pemujaan-pemujaan lain yang menyangkal Allah Tuhan kita, sering kali hidupnya dapat menjadi teladan. Seorang atheis dapat menghafal doa-doa dan diluarnya berkelakuan seperti orang saleh, serta dapat pula melakukan hal-hal yang dikerjakan oleh kebanyakan orang Kristen seperti telah didemonstrasikan secara dramatis di negara-negara tertentu di mana orang-orang Kristen dilemahkan semangatnya atau dilarang; lalu informan-informan memasuki jabatan-jabatan sebagai pemimpin gereja dengan maksud untuk memata-matai. Di sinilah kita mengenal perbedaan yang besar antara gereja-gereja pada zaman Perjanjian Baru dengan gereja-gereja pada masa sekarang. Rasul Paulus dalam kitab Kisah Para Rasul menceritakan kisah yang mendebarkan tentang apa yang diperbuat Allah melalui orang-orang Kristen yang pertama, pada waktu mereka pergi ke segala pelosok untuk mengajak orang-orang mengambil bagian dalam pengharapan mereka. Dengan dikuasai oleh kasih Kristus, mereka seringkali menghadapi maut dan mati syahid, sambil terus bercerita tentang Kristus. Hal ini jarang sekali dilakukan oleh orang-orang Kristen abad ke-20 ini. Di dalam kata pengantar yang dituliskan oleh J.B. Phillips pada bukunya yang berjudul The Young Church In Action, dikatakan : Setiap orang yang membaca kitab ini (Kisah Para Rasul) mendapat keyakinan bahwa ada seseorang yang memimpin pekerjaan yang kelihatannya dilakukan oleh manusia. Mungkin karena kesederhanaan mereka, mungkin karena kesediaan hati mereka untuk percaya, menurut, memberi, menderita dan jikalau perlu mati; Roh Allah menemukan apa yang sebenarnya selalu dicariNya pesekutuan umat manusia didalam kasih dan iman sehingga Dia dapat bekerja di dalam mereka dan melalui mereka dengan halangan sesedikit mungkin. Sudah tentu, hal ini merupakan suatu persoalan tentang kenyataan sejarah yang sederhana, bahwa belum pernah ada sekelompok kecil dari orang-orang biasa seperti ini yang dapat bergerak ke seluruh dunia sehingga musuh-musuhnya dapat mengatakan, denhgan penuh kemarahan, bahwa orang-orang itu mengacaukan seluruh dunia.14 Orang-orang Kristen pada abad pertama itu dipenuhi dengan Roh, dikuasai oleh kasih Allah, mengambil bagian dalam Kabar Baik tentang kasih Allah dan pengampunanNya di dalam Kristus bagi seluruh dunia. Pengaruh dari Orang-Orang Kristen yang RohaniMengapa gereja pada abad pertama dapat membuat suatu goncangan dari Allah terhadap kekaisaran Romawi yang kejam? Satu-satunya jawaban yang logis ialah, bahwa gereja pada waktu itu terdiri dari orang-orang Krisen yang rohani, laki-laki dan wanita yag dipenuhi dan dikuasai oleh Roh Kudus. Mereka tahu, bahwa sebelum mereka dapat mengalami persekutuan dengan Allah dan dapat dipakai oleh Dia untuk membantu menyelesaikan maksudNya di dunia ini serta membangun kerajanNya, mereka perlu dipenuhi dengan Roh Kudus. Dan sebelum mereka dapat dipenuhi dengan Roh Kudus, mereka perlu menyediakan diri agar diampuni dan dibersihkan dari dosa-dosa mereka. Obat Pembersih MoralPada saat ini, banyak orang sedang mencoba segala macam obat pembersih moral, tetapi semua noda-noda dan bisul-bisul tetap menjadi bagian dari sifat-sifat mereka. Pembaharuan moral, peraturan sosial, penyembuhan secara psikologis, seminar-seminar yang membahas hal-hal yang sensitif sekali, semuanya telah gagal dalam menghasilkan seorang manusia baru. Satu-satunya harapan bagi manusia yang berdosa ialah pembersihan yang tidak dapat diterangkan secara ilmiah, dan hanya Yesus Kristuslah yang memungkinkan kita dapat diampuni melalui kematianNya di kayu salib. Hidup yang disucikan ini hanya dapat dialami oleh kuasa Allah, tidak oleh kuasa kehendak kita sendiri. Kristus yang hidup dan tinggal dalam hati kita itulah saja yang dapat mengubah kita. Pemazmur, Raja Daud, mengerti kebutuhan akan penyucian dan pengampunan dosa. Perhatikanlah doanya yang dikeluarkan dari hati yang sungguh-sungguh : Besihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku . Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah , dan perbaruilah hatiku dengah roh yang teguh! Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari padaMu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Maka aku akan mengajarkan jalanMukepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepadaMu.15 Disucikan dari dosa-dosa kita adalah sebuah syarat mutlak bagi hidup yang berkelimpahan dan berbuah seperti yang diminta oleh Allah dari kita. |
|
|
|
|
[ Bagaimana Mengalami Kasih dan Pengampunan Allah || Next Page ]
© 1999-2000 Campus Crusade for Christ International
Last Updated: 11 July, 2006